Minggu, 17 Maret 2019

Published 17.37 by with 0 comment

Mengenal Ratu Tisha dan Tantangan Sebagai Sekjen PSSI

Mengenal Ratu Tisha dan Tantangan Sebagai Sekjen PSSI

Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destriamemiliki mimpi besar terhadap sepak bola Indonesia. Dia berusaha mengawal program pembinaan sepak bola usia muda berjalan sesuai rencana, setidaknya hingga 2024.

Ratu Tisha resmi menjadi Sekjen PSSI pada 7 Juli 2017 setelah melewati serangkaian uji kompetensi. Berbekal segudang pengalaman, lulusan FIFA Masters ini mulai merajut mimpi membawa sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.

Sebagai sekjen PSSI, tugas dan tantangan yang dihadapinya begitu besar. Tak hanya berkutat di area administrasi dan pengelolaan,Tishamenyusun program pengembangan usia muda menjadi fokus PSSI untuk membawa sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik dengan target 2034lolos ke Piala Dunia.

Ratu Tisha Destria menghabiskan waktu lebih dari 4 jam untuk berbagi informasi, mempresentasikan program pembinaan usia muda, dan berbagi pengalaman serta tantangan yang harus dihadapinya di PSSI.

Ekspresi serius, canda tawa, serta bingung silih berganti muncul dari wajahnya ketika mendapatkan pertanyaan dari awak Bola.com dan Kanal Bola Liputan6.com terkait kondisi terkini PSSI serta perasaan selama kurang lebih 1,5 tahun terlibat langsung dalam poros sepak bola Indonesia.

Dalam kesempatan ini, ingin membagikan kisah Tisha, yaitu mengenai program yang dipersiapkannya bersama PSSI, komitmen mengawal program pembinaan usia muda, serta tantangan berada di organisasi yang kerap mendapatkan kecaman dari masyarakat Indonesia itu.

Elite Pro Academy dan Roda Pembinaan yang Efektif pada 2024

Berawal dari Garuda Select

"Garuda Select inibukan program tersendiri, tapi merupakan bagian dari program Elite Pro Academy yang dimulai pada 2018. Pada pertengahan 2017 saya menjadi Sekjen PSSI, kamimelakukan kick-off filanesia (filosofi sepak bola Indonesia) pada akhir tahun itu, dan di awal 2018 kami mewajibkan seluruh klub Liga 1 untuk memiliki elite pro academy U-16."

"Sebenarnya di bawah Liga 1, kami akan merencanakan ada empat kategori usia, mulai dari U-14, U-16, U-18, dan U-20 hingga 2021. Sementara untuk 2018, yang kami kejar memang U-16 dulu karena lebih mudahmengingat adanya sumber pemain dari Piala Suratin yang ada di level asprov PSSI."

"Setelah anak-anak berkompetisi di elite pro academy U-16, mereka akan naik ke jenjang ke berikutnya. Kalau bagus akan naik ke elite pro academy u-18. Namun, kalau performanya menurun, mereka akan pindah kelevel kompetisi U-17 di asprov. Elite pro academy harus menjadi komunitas yang terfokus, pemain terbaik bertemu dengan yang terbaik. Ketika performa di amateur youthkembali naik,tentu mereka akan kembali keelite pro academy U-18."
      edit

0 komentar:

Posting Komentar