Kamis, 21 Mei 2020

Published 04.25 by with 0 comment

Abah Aos Masih Menjual Sapu di Usianya yang Sudah Sepuh


Abah Aos Masih Menjual Sapu di Usianya yang Sudah Sepuh

Apa yang kita lakukan saat tidak memiliki uang? Meminta-minta atau bekerja keras? Ya, sebagian orang lebih memilih untuk bekerja keras dengan keringat sendiri dibandingkan dengan meminta-minta pada orang lain. Dengan bekerja, kita akan lebih puas dengan hasil keringat sendiri dan memiliki harga diri di mata masyarakat.

Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, Abah Aos masih banting tulang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ia pantang meminta-minta selagi badan dan pikirannya masih sehat. Namun, jika ada tetangga atau orang-orang di sekitarnya yang memberinya sedikit makanan, ia tentu akan menerimanya dengan senang hati.

Sosok Abah Aos

Abah Aos merupakan salah satu pejuang rupiah yang usianya sudah menginjak 90 tahun. Ini tentu saja bukan hal mudah, apalagi usia abah Aos terbilang cukup rawan untuk melakukan aktivitas berat. Namun, ia bersikukuh untuk mencari uang agar ia tetap bisa makan. Untuk itu, ia mencari uang dengan cara menjual sapu lidi yang ia pikul di pundaknya.

Abah Aos membeli sapu-sapu lid tersebut dari pabriknya. Kemudian, ia menjualnya kembali dengan harga Rp. 5000 untuk satu buah sapu. Biasanya, Abah membawa 10 buah sapu lidi untuk dijual. Jika dagangan belum habis, Abah akan berjualan hingga larut malam sampai benar-benar ada yang membelinya. Keuntungan yang didapatkan Abah Aos setiap harinya berkisar antara Rp. 15.000 sampai Rp. 20.000 per harinya.

Saat ini, Abah Aos tinggal di sebuah gubuk yang hampir rubuh, tepat nya di Desa Cibeber 2 RT 01 Rw 01 Kecamatan Leuwiliang, Bogor. Rumah yang ia tempati terbilang jauh dari kata layak. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang mana jika malam hari angin akan dengan mudah menembus masuk ke dalam. Sedangkan bagian atapnya sudah mulai rusak dengan beberapa lubang kecil yang bisa membuat air hujan masuk ke dalam rumah Pak Aos.

Kebaikan untuk Abah Aos

Abah Aos tetap dengan pendiriannya untuk bekerja di usianya yang hampir mencapai satu abad tersebut. Namun, semangatnya tentu bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk senantiasa melakukan kebaikan. Dengan kebaikan yang kita lakukan, Abah Aos bisa hidup lebih layak karena manfaat yang kita berikan. Salah satu cara termudah untuk mengawali kebaikan adalah dengan menggunakan Produk asuransi syariah AlliSya Protection Plus dari Allianz.

AlliSya Protection Plus bisa membantu kita untuk memulai kebaikan seperti yang dilakukan oleh Abah Aos. Dengan adanya layanan asuransi tersebut, kita tidak perlu khawatir dengan kondisi kesehatan dan jiwa di masa depan. Pihak asuransi akan menanggung biaya seperti pengobatan rumah sakit, penyakit kritis, dan lain sebagainya. Dengan begitu, kita sudah memberikan kebaikan bagi orang-orang yang tersayang.

Selain itu, Asuransi Syariah Indonesia Allianz juga menawarkan fitur wakaf yang bisa membantu kita untuk menyalurkan rezeki kepada orang-orang yang lebih membutuhkan. Anda bisa menyisihkan sebagian dana musibah yang akan diberikan kepada peserta asuransi lain yang sedang membutuhkan bantuan. Dari dana wakaf tersebut, ada banyak orang yang bisa mendapatkan manfaat yang berlimpah.

Oleh karena itu, #AwaliDenganKebaikan bersama Allianz. Dengan berbuat baik kepada sesama, kita bisa memberikan segudang manfaat untuk orang-orang sekitar. Selain itu, kebaikan juga bisa membantu Abah Aos mendapatkan paket umroh gratis dari Allianz. Dengan begitu, lakukan hal-hal baik mulai dari sekarang kapanpun dan dimanapun. 


Read More
      edit